Judul yang aneh ya, hahaha, sengaja~
Judul diatas adalah perwakilan dari apa yang ingin kutuliskan disini, yaitu kesan-kesanku tentang hari ini. Well, dengan “about me”nya Greenbee: “Everyday’s Learner, Life’s Learner” seharusnya aku menuliskan kesan dan pelajaran yang kudapatkan setiap hari, tapiii…berhubung tingkat kemalasanku sedang tinggi (sedang? bukannya selalu,ya), jadilah terkadang banyak hal berharga yang tak sempat kutulis dan menguap begitu saja dari kenangan tentang hikmah…Jiaah, bahasanya…tsaaah~~!
Pagi Kamis yang cerah, alhamdulillah. Berangkat ke kampus seperti biasanya jam setengah sebelas lewat. Kamis entah kenapa terkadang menjadi hari yang membuat perasaanku terbebani. Entahlah. Apa karena hari ini ada akuntansi pajak yang terkadang soal pe-er nya membuatku terbebani? Atau karena ada MPS yang tiap minggu akan menyita waktu mahasiswa administrasi dengan rancangan metode penelitian? Hmm, sebenarnya kalau dipikir tidak ada yang perlu kupikirkan, termasuk pe-er akun pajak yang tidak pernah dibahas di kelas yang membuatku sangat tidak puas dan merasa selalu kurang.
Keajaiban terjadi…soal pe-er akun pajak dibahas oleh dosen kesayanganku dikelas tadi, hore~~ Nah gitu dong, aku kan jadi ngerti dimana salahku, dan jadi lebih ngerti cara menyelesaikan soal-soal akun pajak. Pokoknya hal sederhana seperti itu saja sudah membuat hatiku bahagia =)
Lalu, di kelas MPS, untuk tim perumus kerangka teori dan operasionalisasi konsep, aku termasuk salah satu dari tujuh anggota tim, wew…dan ternyata asdos bilang kalau untuk tugas MPS mingguan, kelompok akan ditukar. Jujur aku merasa sedikit sedih, karena aku baru akan bisa beradaptasi dengan kelompok lamaku setelah berminggu-minggu mengerjakan tugas bersama…aku ingat Selasa, saat kami terakhir mengerjakan tugas bersama. Spaghetti itu, majalah edisi khusus Jepang itu, sekret FOBC di MBRC yang pintu masuknya bisa kutemui setelah 2-3 kali mengelilingi MBRC dengan tampang bego, percakapan dengan teman sekelompok yang sebelumnya aku sering suudzon padanya karena sepertinya ia menganggapku bukan siapa-siapa, handphone butut itu…waah, pokoknya semua tentang hari itu deh, awal kedekatanku dengan teman-teman setelah berminggu-minggu sekelompok, akhirnya berakhir. Senang bekerjasama dengan kalian =)
Kelompok baru ku, well bisa kubilang aku meragukan bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak ini karena mereka bukan merupakan orang-orang yang bisa berteman denganku dengan mudah. Ada si cuek anak BEM R yang terkadang, yaah..Lalu ada si Slengean F yang sejak beberapa minggu lalu tak pernah bertegur sapa denganku disebabkan suatu kejadian yang membuatku menangis di kelas untuk pertama kalinya. Ada si pintar Fd yang juga anggota tim perumus yang ternyata orangnya cukup baik, lalu ada si Rb yang sangat cantik, yang setelah kuperhatikan memakai make-up di wajahnya (aku melihat rona pemerah pipi dan sedikit eye-shadow, mungkin?), dan aku, cewek sederhana yang berkerudung yang sama sekali tidak mencolok. Itulah anggota kelompok baru kami.
Ternyata, aku bisa mengobrol dengan si Fd secara wajar, karena aku sedikit mengeluarkan sifat cerewetku dan memperlihatkan seolah-olah aku anak yang luwes, dan kuharap aku bisa bersikap seperti itu pada semua anggota kelompokku nanti. Awalnya aku mengira tak akan bisa berteman denga Fd, tapi langkah awal ku tadi kurasa sukses. Ternyata aku itu cukup bisa berteman dengan siapa saja, jika aku mau mencoba =)
Lalu ketika di mushala, aku kembali bertemu dengan adik-adik binaanku di A2I. Dari dua hari sebelumnya aku selau menghindari mereka, karena aku tak tahu bagaimana cara untuk mengajak mereka lagi untuk mentoring, aku ingin masa bodo saja sama mereka. Tapi tadi akhirnya aku punya kesempatan itu dan mengalahkan egoku sendiri untuk mengajak mereka. Well, akhirnya aku bisa walau aku tak tahu hasilnya bagaimana kedepan, yang penting aku telah mencoba. Ternyata aku itu bisa jika aku mau mengalahkan ego ku sendiri =)
Hari ini aku puasa nazar. Saat sedang duduk membaca diktat MPS di dekat sekret, teman-teman makan didepanku, berjualan puding disampingku, membicarakan roti kesukaan mereka didekatku, wew..benar-benar godaan buatku. Aku hanya menatap nanar pada roti dan puding itu (halah…) sambil mendengarkan sendiri perutku telah berkeroncong ria. Tapi sungguh Allah luar biasa unpredictable. Saat akan pergi rapat divisi Kostaf, seorang juniorku menawarkan padaku puding coklat ukuran sedang sebanyak tiga potong, sangat lumayan.
“Kak Greenbee puasa kan?” Tanyanya
“Iya,” Jawabku
“Nah kak, ini ada puding buat kakak,” sambil membuka sebuah kotak dan mengeluarkan seplastik puding coklat menggiurkan.
“Waa, alhamdulillah. Berapaan?”
“Udah ambil aja kak” Katanya sambil tersenyum.
“Waa, alhamdulillah beneran nih? Makasih yaa”
Hehe, nggak ada doa penolak rejeki kan?
Di lorong menuju gedung A dari gedung M, aku bertemu teman sekelompokku di MPS yang lama, dan aku juga bisa menyapanya dengan gayaku yang sok cool, haha. Ia juga dengan riangnya membalas:”Wah, mo balik ya? hati-hati..”, lalu dengan sok coolnya aku hanya membalas “yep”. Apaan tu? Hahaha…yang jelas, aku juga senang. Bagi orang seperti aku, hal itu adalah langka terjadi dengan teman-teman dikampus. Lain halnya dengan teman-teman satu daerah atau teman-teman sekolah. Sifat asliku yang heboh dan cerewet akan keluar. Hmm…itulah aku. Ternyata aku itu bisa menyapa orang jika aku mau dan santai menyikapi sifatku sendiri…=)
Lalu ketika pulang ke kos, dalam perjalanan pulang aku pasti akan selalu melewati sebuah kos khusus laki-laki yang bapak pemiliknya (mungkin) selalu melihat kearahku, namun karena aku dari dulu kebiasaan selalu agak segan melihat ke orang kesekitarku, entahlah, mungkin karena aku agak pemalu; aku jadi tak pernah melihat ke bapak itu sambil tersenyum atau sekedar mengangguk, paling banter hanya melihat sekilas. Nah, tadi itu unutk pertama kalinya aku bisa mengangguk sambil menyapa sang Bapak yang ternyata membalas dengan senyum ramah dan kata “iya” yang lirih. Karena hal sederhana itu aku senang. Ternyata aku itu bisa, kalau aku mau =)
Lalu bertemu teman-teman SMA di kos.Aku menghampiri mereka dan membagikan beberapa info menarik dan mudah-mudahan bermanfaat bagi mereka, dan membagi beberapa snack yang baru aku beli pada mereka (tumben banget, soalnya aku biasanya pelit, haha…:P). Hal sederhana ini juga membuatku senang…
Intinya, tenyata manusia itu memang butuh bergaul. Ternyata aku itu bisa jika aku berusaha, melawan ego ku, dan mau mencoba…walau untuk hal sesederhana apapun =)